Dikutip Sputnik, Rabu (30/11/2022), Vladimir Yermakov mengumumkan, "Iran merupakan salah satu pihak yang memiliki niat baik dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir, dan sampai saat ini masih seperti itu, penandatangan kesepakatan nuklir JCPOA tahun 2015 telah membantu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan IAEA kala itu kepada Iran."
Ia menambahkan, "Selain itu, Iran selama bertahun-tahun telah menjadi negara anggota IAEA yang paling berkomitmen pada kesepakatan, dan tidak pernah melanggar komitmennya."
Menurut pejabat Rusia, tidak ada bukti apa pun yang menunjukkan Iran bermaksud menimbang ulang partisipasinya dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir, NPT dengan maksud memproduksi senjata atom.
Masalah perlucutan senjata dan pelarangan perluasan senjata nuklir merupakan masalah penting dunia yang menjadi perhatian serius Iran, untuk mewujudkan perdamaian, keamanan dan menciptakan dunia yang bersih dari senjata pemusnah massal terutama di Asia Barat. (HS)
342/